Mengenal Nabiyullah Ibrahim عليه الصلاة والسلام

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ [آل عمران: 102].

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا [النساء: 1]

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ* يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا [الأحزاب: 70 و71]

أما بعد:

Dzul Hijjah termasuk dari 4 bulan haram yang di dalamnya dilarang untuk berperang yaitu bulan Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab. Di bulan ini, bulan Dzul Hijjah, kita (umat islam) selalu diingatkan dan dianjurkan dengan 2 amalan yaitu amal ibadah haji dan berqurban (bagi yang mampu). Dua amalan ini tak lepas dari sosok seorang nabi Allah yang bergelar Khalilul Ar-rahman, kekasih Allah, yaitu nabiyullah Ibrahim عليه الصلاة والسلام.

Allah telah memuji dan memberikan sifat keteladanan kepada beliau yang sebaiknya kita tiru dan ikuti.

Allah berfirman

اِنَّ اِبْرٰهِيْمَ كَانَ اُمَّةً قَانِتًا لِّلّٰهِ حَنِيْفًاۗ وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَۙ * شَاكِرًا لِّاَنْعُمِهِ ۖاجْتَبٰىهُ وَهَدٰىهُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ

Sungguh, Ibrahim adalah seorang imam (yang dapat dijadikan teladan), patuh kepada Allah dan hanif. Dan dia bukanlah termasuk orang musyrik (yang mempersekutukan Allah),

Surat An-Nahl 120

dia mensyukuri nikmat-nikmat-Nya. Allah telah memilihnya dan menunjukinya ke jalan yang lurus.

Surat An-Nahl 121

Kata ummat (اُمَّةً) tersebut menandakan akan besarnya jiwa Ibrahim, dan agungnya nama beliau. Seorang diri diberikan gelar oleh Allah sebagai sebuah ummat yang artinya sekumpulan orang yang banyak.

Kenapa beliau nabi Ibrahim عليه الصلاة والسلام disebut dengan nama ummat?

  • Karena beliau satu-satunya orang sebelum adanya yang pertama kali beriman kepada Allah dan satu-satunya orang yang berjalan di atas kebenaran. Siapa pun orangnya seorang diri yang memiliki kontribusi yang besar untuk agama Alloh ta’ala maka dia layak menyandang gelar sebagai ummat.
  • Makna kedua yaitu sebagai imam atau panutan ummat dalam kebenaran, mendakwahkannya, menyebarkannya, dan mengamalkannya.

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِيْٓ اِبْرٰهِيْمَ وَالَّذِيْنَ مَعَهٗۚ اِذْ قَالُوْا لِقَوْمِهِمْ اِنَّا بُرَءٰۤؤُا مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۖ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاۤءُ اَبَدًا حَتّٰى تُؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ وَحْدَهٗٓ اِلَّا قَوْلَ اِبْرٰهِيْمَ لِاَبِيْهِ لَاَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَآ اَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ شَيْءٍۗ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَاِلَيْكَ اَنَبْنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami mengingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja,” kecuali perkataan Ibrahim kepada ayahnya, ”Sungguh, aku akan memohonkan ampunan bagimu, namun aku sama sekali tidak dapat menolak (siksaan) Allah terhadapmu.” (Ibrahim berkata), “Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkau kami bertawakal dan hanya kepada Engkau kami bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali

Surat Al-Mumtahanah 4

Beliau adalah Sosok yang selalu taat kepada Allah ta’ala, senantiasa menjalankan perintah-perintah Allah, senantiasa taat meninggalkan segala yang Allah larang, dan selalu istiqamah di atas jalan ketaatan kepada Allah. Beliau fokuskan hidupnya untuk beribadah kepada Allah ta’ala.

Para ulama menyebutkan “Ibrahim telah mengorbankan dirinya untuk Allah ta’ala, mengorbankan dirinya untuk dibakar oleh api”. Beliau korbankan anaknya untuk disembelih, dan beliau korbankan harta untuk menjamu tamu yang tidak lain adalah para malaikat yang diutus untuk menghancurkan kaum nabi Luth. Beliau senantiasa gunakan segala apa yang beliau miliki untuk Allah, untuk berdakwah di jalan Allah, dan untuk menegakkan syariat Allah (meliputi jiwa, harta dan keluarganya).

Beliau adalah seorang yang hanif yang condong terhadap tauhid, menyeru kepada kebenaran, menuju hidayah, dan bukanlah orang yang menyekutukan Allah. Beliau termasuk orang yang membawakan agama yang hanif. Keseharian hidupnya hanya habis untuk berdakwah tauhid di tengah-tengah manusia. Bukan hanya dengan hujjah, nasehat, peringatan tapi beliau menegakkan tauhid juga dengan menggunakan tangan untuk menghancurkan berhala. Selain itu beliau tidak menutup diri untuk berdialog dengan orang kafir pada zaman itu.

Beliau adalah seorang yang senantiasa selalu mensyukuri nikmat Allah.

Maka jika kita ingin mendapatkan jalan hidayah yang hanif, ini teladan sifat – sifat yang telah Allah berikan kepada nabi Ibrahim.

Beliau adalah nenek moyang manusia yang ke 3. Beliau juga disebut dengan bapaknya para nabi karena dari beliaulah terlahir 2 nabi, yakni nabi Ismail dan nabi Ishaq. Dari kedua nabi tersebut Allah lahirkan 2 bangsa terbesar, yakni bangsa arab dan bani Israil. Dari kedua bangsa tersebut Allah lahirkan para nabi dan utusan-Nya. Seluruh kenabian dan seluruh kitab diturunkan kepada mereka, setelah nabi Adam (jelas seluruh keturunan manusia dari beliau) dan nabi Nuh (yang menyelamatkan umat manusia dari banjir besar dengan ijin Allah).

Beliau adalah sosok seorang yang pertama kali menjamu tamu dengan baik dan sebagai contoh bagaimana kita menjamu tamu dengan baik.

Beliau adalah orang yang pertama kali dikhitan.

Beliau adalah seseorang yang paling mirip dengan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم (tidak ada seorang Nabi pun yang paling mirip dengan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم kecuali beliau Nabi Ibrahim عليه الصلاة والسلام)

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda

“Aku pun bertemu Ibrahim –shalawatullah ‘alaih– dan aku adalah keturunan Ibrahim yang paling mirip dengannya.

Dalam riwayat lain disebutkan

Lihatlah sahabat kalian ini. (yakni, mirip dengan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم Sendiri)

Kedekatan mereka berdua sangatlah dekat. Sampai-sampai beliau akan memberikan sebuah doa perlindungan kepada kedua cucu beliau yaitu Hasan dan Husein, beliau Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم mencontoh doa nabi Ibrahim عليه الصلاة والسلام kepada kedua putranya Ismail dan Ishaq.

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم memohonkan perlindungan untuk Hasan dan Husain, (beliau membaca)

أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّة

Aku memohon perlindungan dengan kalimat Allah yang sempurna untuk kalian berdua, dari gangguan setan dan binatang berbisa, dan dari pandangan mata (ain) yang membuat sakit.

HR. Bukhari 3371 & Abu Daud 4737

Dan juga melihat kedekatan mereka berdua dalam mengajarkan sebuah doa yang setiap pagi dan petang kita baca yaitu

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ، وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Di waktu pagi kami berada di atas fitrah Islam (fitrah ketika manusia terlahir di dunia), dan di atas kalimat ikhlas, dan di atas agama Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan di atas agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.

HR. Ahmad

Selain itu, dalam hadits yang lain

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّهُ كَانَ يَقُوْلُ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا مِنْ مَوْلُوْدٍ اِلاَّ يُوْلَدُ عَلَى اْلفِطْرَةِ فَاَبَوَاهُ يُهَوّدَانِهِ وَ يُنَصّرَانِهِ وَ يُمَجّسَانِهِ، كَمَا تُنْتَجُ اْلبَهِيْمَةُ بَهِيْمَةً جَمْعَاءَ، هَلْ تُحِسُّوْنَ مِنْ جَدْعَاءَ؟ ثُمَّ يَقُوْلُ اَبُوْ هُرَيْرَةَ: وَ اقْرَءُوْا اِنْ شِئْتُمْ: فِطْرَتَ اللهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا، لاَ تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللهِ.

Dari Abu Hurairah, bahwasanya dia berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Tidaklah seorang anak yang dilahirkan melainkan terlahir atas fithrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi, sebagaimana binatang ternak dilahirkan (oleh induknya) dalam keadaan sempurna. Apakah kalian mengetahui ada yang telinganya terpotong? Kemudian Abu Hurairah berkata, “Bacalah jika kalian mau ‘…tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah.‘ (QS. Ar Ruum : 30)’

Nabi Ibrahim عليه الصلاة والسلام adalah orang yang pertama kali beruban sebagai pertanda dekatnya ajal.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda

( الأولى ) : أول من شاب إبراهيم خليل رب العالمين ، عليه وعلى نبينا الصلاة والسلام ، فقال : يا رب ما هذا ؟ فقال تعالى : هذا وقارك ، فقال إبراهيم عليه السلام : رب زدني وقارا ، فما برح حتى ابيضت لحيته الشريفة .

Orang yang pertama kali beruban adalah Ibrahim khalilnya Tuhan semesta alam- semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada beliau dan Nabi kita. Nabi Ibrahim berkata : “wahai Tuhanku, ini apa? “. Allah ta’ala berfirman : “itu adalah kewibawaanmu“. Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam berkata : “wahai Tuhanku, tambahkanlah padaku kewibawaan“. Maka tidaklah memasuki waktu pagi hingga jenggot beliau yg mulia menjadi putih.

Maka setiap kita harus pandai menghormati orang yang beruban.

Nabi Ibrahim عليه الصلاة والسلام adalah orang pertama kali diberikan pakaian. Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِنَّكُمْ مَحْشُورُونَ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا َ

Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan dalam keadaan belum disunat.

وَأَوَّلُ مَنْ يُكْسَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِبْرَاهِيمُ خليل

Dan orang pertama yang diberi pakaian pada hari kiamat adalah Nabi Ibrahim.

HR. Al-Bukhâri, no. 3349 dari Hadits Ibnu Abbâs

Nabi Ibrahim adalah satu-satunya nabi yang ajarannya diikuti oleh umat islam. Allah berfirman

ثُمَّ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ اَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ اِبْرٰهِيْمَ حَنِيْفًا ۗوَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), “Ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan dia bukanlah termasuk orang musyrik.”

Surat An-Nahl : 123

وَجَاهِدُوْا فِى اللّٰهِ حَقَّ جِهَادِهٖۗ هُوَ اجْتَبٰىكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍۗ مِلَّةَ اَبِيْكُمْ اِبْرٰهِيْمَۗ هُوَ سَمّٰىكُمُ الْمُسْلِمِيْنَ ەۙ مِنْ قَبْلُ وَفِيْ هٰذَا لِيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ شَهِيْدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِۖ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاعْتَصِمُوْا بِاللّٰهِ ۗهُوَ مَوْلٰىكُمْۚ فَنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ ࣖ

Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu, dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur’an) ini, agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah shalat; tunaikanlah zakat, dan berpegangteguhlah kepada Allah. Dialah Pelindungmu; Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Surat Al-Hajj : 78

Maka semua ajaran Nabi Ibrahim kelak akan kita realisasikan, bukan oleh yang lain yang mengaku Yahudi maupun Nasrani.

Walhamdulillahi
Khutbah Jumat DKM ALBURHAN
Ustadz Mahful Safaruddin, Lc Hafidzahulloh
1 Dzulhijjah 1440H / 2 Agustus 2019

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *