Orang-Orang Yang Memperoleh Kemenangan (Bag 5)

بسم الله و الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و أصحابه و من تبعهم إلى يوم لقاء ربه أما بعد

Ikhwati fillah rahimani wa rahimakumullah…

Sejatinya, kemenangan yang agung itu akan didapatkan oleh para hamba Allah kelak di akherat.

Allah ta’ala berfirman dalam sebuah ayat-Nya,

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.”

Surat Ali ‘Imran : 185

Saat ini, mungkin dari kita banyak yang terlena dengan segala kenikmatan yang diperlihatkan di dunia.

Mungkin kita sering terperdaya dengan keindahan dan gemerlapnya dunia.

Maka, ingatlah selalu wahai ikhwati fillah, bahwa Allah juga menyampaikan sebuah firman,

بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ
“Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia, padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.”

Surat Al-A’laa : 16 – 17

Jangan kita seperti orang-orang kafir yang terobsesi hanya kepada kemenangan dunia semata.

Jadilah muslim sejati yang berusaha menggunakan kenikmatan dunia secukupnya kemudian diorientasikan untuk kehidupan akherat semaksimalnya.

Karena Allah menyatakan bahwa akherat itu lebih baik dan lebih kekal.

Ikhwati fillah rahimani wa rahimakumullah…

Kita semua, pasti dan yakin akan meninggal dunia, meninggalkan dunia yang benar-benar nyata sementara.

Allah Ta’ala berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

Yang artinya;

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.”

Sebanyak 3 kali dalam Alquran yaitu di Surat Ali Imran ayat 185, Al Anbiya ayat 35 dan Al Ankabut ayat 57.

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan,
“Yang dimaksud dengan ayat-ayat di atas adalah setiap orang pasti akan merasakan kematian. Tidak ada seseorang yang bisa selamat dari kematian, baik ia berusaha lari darinya ataukah tidak. Karena setiap orang sudah punya ajal yang pasti.”

Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 3: 163

Maka hendaklah kita selalu berusaha untuk kembali kepada Allah, mengakui dosa-dosa kita di hadapan Allah, bertaubat dan memohon ampun kepada Allah.

Sungguh, kita akan memperoleh kemenangan kelak dengan mendapatkan Surga-Nya.

Surga itu sangat indah.

Sebagaimana gambaran surga dalam firman-Nya,

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۖ فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّى ۖ وَلَهُمْ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ…
“Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka….”

Surat Muhammad : 15

Sangat indah bukan ???

Mari kita bersama-sama berusaha untuk menjadi hamba Allah yang sholihun, berakhlaqul karimah dan beraqidah yang shahihah.

Kemenangan yang sejati adalah kelak ketika kita termasuk dari hamba Allah yang dimasukkan ke dalam Surga.

اللهم إنا نسألك الجنة و نعوذ بك من النار
و صلى الله على نبينا محمد و آله و أصحابه
و الحمد الله

Abu Syakira
26 Muharram 1441

Orang-Orang Yang Memperoleh Kemenangan (Bag 4)

بسم الله و الحمد لله
و الصلاة و السلام على رسول الله
و لا حول و لا قوة إلا بالله
أما بعد

Saudaraku yang berbahagia rahimakumullah,

Kebaikan dan keburukan akan selalu mengiringi kehidupan kita.

Memohonlah selalu kepada Allah yang Maha Memberi, agar kehidupan kita selalu di atas kebaikan.

Jikalau keburukan menimpa kita, maka kita tetap harus segera kembali kepada-Nya, memohon ampunan-Nya, dan semoga Allah ta’ala dengan segera menjauhkan dari keburukan-keburukan tersebut.

Kebaikan niscaya akan membawa kita ke dalam surga-Nya, dan sebaliknya Keburukan akan menjerumuskan kita kelak ke dalam Neraka-Nya, wa na’udzubillahi min dzalik.

Penghuni surga dan penghuni neraka itu tidaklah sama, sebagaimana firman Allah;

لَا يَسْتَوِي أَصْحَابُ النَّارِ وَأَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۚ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَائِزُونَ
“Tidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.”

Surat Al-Hasyr : 20

Berusahalah kita untuk berada di atas kebaikan, agar kelak kita termasuk dari para penghuni surga, orang-orang yang memperoleh kemenangan.

Kemenangan yang akan kita rasakan di surga.

Bagaimana keadaan di surga kelak ?

Di antaranya adalah dari firman Allah subhanahu wa ta’ala;

إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ
هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الْأَرَائِكِ مُتَّكِئُونَ
لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُمْ مَا يَدَّعُونَ
سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ
“Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).
Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan.
Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka inginkan.
(Kepada mereka dikatakan), “Salam,” sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.”

Surat Yasin : 55 – 58

Saudaraku, tetaplah beramal sholih, berbuat kebaikan kepada siapa saja.

Jika keburukan yang kau dapatkan, tetaplah balas dengan kebaikan.

Hidup hanya sebentar saja, perbanyak kebaikan.

Semoga kita semuanya termasuk dari orang-orang yang memperoleh kemenangan, yaitu mendapatkan surganya Allah subhanahu wa ta’ala.
Aamiin.

و صلى الله على نبينا محمد و آله و أصحابه و من تبعهم إلى يوم لقاء ربه
و الحمد لله رب العالمين

20 Dzulhijjah 1440
Abu Syakira Rona

Kejujuran Yang Tidak Pernah Membawa Kerugian

Ketika baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam baru saja mengalami peristiwa besar – didatangi Malaikat Jibril ‘alaihi sallam di Gua Hiraa – maka Khadijah radhiallahu ‘anha menghiburnya dengan mengatakan :

وَاللَّهِ مَا يُخْزِيكَ اللَّهُ أَبَدًا إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ وَتَحْمِلُ الْكَلَّ وَتَكْسِبُ الْمَعْدُومَ وَتَقْرِي الضَّيْفَ وَتُعِينُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ
Demi Allah, Dia tidak akan menyia nyiakanmu selamanya – karena engkau termasuk orang yang menyambung tali silaturahim, engkau suka memikul beban orang lain, pun engkau suka membantu kesulitan, suka memuliakan tamu dan senang membela kebenaran.

HR Imam Al Bukhari

Nampak jelas dalam riwayat ini – kemuliaan akhlaq – diantaranya senang membela kebenaran, menyambung tali silaturahim dan lainnya menyebabkan seseorang dijaga oleh Allah Ta’ala dan tidaklah Allah Ta’ala akan sia siakan orang tersebut.

Maka siapa yang menjaga diri dan memperhias keadaannya dengan jujur, adil, berbuat baik dan semisalnya – maka dia akan dijaga oleh Allah Ta’ala dan tidaklah disia siakan dan dihinakan keadaannya oleh Allah Ta’ala.

Syaikh Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah bertutur :


من جُمِعَ فيه الصدق والعدل والإحسان لم يكن ممن يُخزيه الله
Siapa yang mengumpulkan pada dirinya sifat jujur, adil dan suka berbuat baik – maka tidaklah orang tersebut akan dihinakan oleh Allah Ta’ala.

الأصفهانية 548

Bukankah kita sering melihat – kedustaan, khianat, kezaliman – akan menghinakan pelakunya – di dunia dan akan tampak dihadapan manusia sebelum kemudian ditampakkan oleh Allah di akhirat untuk di adili oleh Nya….


abuasmaandre
Ciangsana – Bogor

Orang-Orang Yang Memperoleh Kemenangan (Bag 3)

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله
و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و أصحابه و من والاه أما بعد

Saudaraku rahimakumullah,

Ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala kemudian kepada Rasul-Nya Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam adalah suatu perkara mutlaq yang harus kita jalankan dalam rangkaian seluruh kehidupan kita.

Sebagaimana firman-Nya;

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

“Dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.”

Surat An-Nur : 52

Kemudian, dalam diri kita seharusnya ada rasa khosy-yah dalam rangka menjalankan ketaatan tersebut. Yaitu dengan menghadirkan rasa takut dan harap. Takut apabila ketaatan kita tidak diterima oleh Allah ta’ala, disertai dengan rasa harap agar Allah menerima ketaatan kita.

Kemudian yang tak kalah penting adalah dengan selalu berusaha berada di atas ketakwaan kepada Allah ta’ala di manapun berada, kapan saja dan dalam kondisi apapun.

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam memberikan nasehat kepada Abu Dzar dengan mengatakan;

اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

“Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada. Ikutilah kejelekan dengan kebaikan niscaya ia akan menghapuskan kejelekan tersebut dan berakhlaklah dengan manusia dengan akhlak yang baik.”
(HR. Tirmidzi no. 1987 dan Ahmad 5/153. Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Ketaatan, rasa takut dan harap, dan ketakwaan, semuanya itu merupakan rangkaian yang tidak bisa terlepas, yang akan menyebabkan kita kelak termasuk hamba-hamba Allah yang akan diberikan kemenangan. Biidznillah.

اللهم إنا نسألك الهدى و التقى و العفاف و الغنى
و صلى الله على حبيبنا محمد و آله و أصحابه
و الحمد لله رب العالمين

Abu Syakira Rona
4 Dzulhijjah 1440

Mengenal Nabiyullah Ibrahim عليه الصلاة والسلام

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ [آل عمران: 102].

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا [النساء: 1]

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ* يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا [الأحزاب: 70 و71]

أما بعد:

Dzul Hijjah termasuk dari 4 bulan haram yang di dalamnya dilarang untuk berperang yaitu bulan Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab. Di bulan ini, bulan Dzul Hijjah, kita (umat islam) selalu diingatkan dan dianjurkan dengan 2 amalan yaitu amal ibadah haji dan berqurban (bagi yang mampu). Dua amalan ini tak lepas dari sosok seorang nabi Allah yang bergelar Khalilul Ar-rahman, kekasih Allah, yaitu nabiyullah Ibrahim عليه الصلاة والسلام.

Allah telah memuji dan memberikan sifat keteladanan kepada beliau yang sebaiknya kita tiru dan ikuti.

Allah berfirman

اِنَّ اِبْرٰهِيْمَ كَانَ اُمَّةً قَانِتًا لِّلّٰهِ حَنِيْفًاۗ وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَۙ * شَاكِرًا لِّاَنْعُمِهِ ۖاجْتَبٰىهُ وَهَدٰىهُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ

Sungguh, Ibrahim adalah seorang imam (yang dapat dijadikan teladan), patuh kepada Allah dan hanif. Dan dia bukanlah termasuk orang musyrik (yang mempersekutukan Allah),

Surat An-Nahl 120

dia mensyukuri nikmat-nikmat-Nya. Allah telah memilihnya dan menunjukinya ke jalan yang lurus.

Surat An-Nahl 121

Kata ummat (اُمَّةً) tersebut menandakan akan besarnya jiwa Ibrahim, dan agungnya nama beliau. Seorang diri diberikan gelar oleh Allah sebagai sebuah ummat yang artinya sekumpulan orang yang banyak.

Kenapa beliau nabi Ibrahim عليه الصلاة والسلام disebut dengan nama ummat?

  • Karena beliau satu-satunya orang sebelum adanya yang pertama kali beriman kepada Allah dan satu-satunya orang yang berjalan di atas kebenaran. Siapa pun orangnya seorang diri yang memiliki kontribusi yang besar untuk agama Alloh ta’ala maka dia layak menyandang gelar sebagai ummat.
  • Makna kedua yaitu sebagai imam atau panutan ummat dalam kebenaran, mendakwahkannya, menyebarkannya, dan mengamalkannya.

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِيْٓ اِبْرٰهِيْمَ وَالَّذِيْنَ مَعَهٗۚ اِذْ قَالُوْا لِقَوْمِهِمْ اِنَّا بُرَءٰۤؤُا مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۖ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاۤءُ اَبَدًا حَتّٰى تُؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ وَحْدَهٗٓ اِلَّا قَوْلَ اِبْرٰهِيْمَ لِاَبِيْهِ لَاَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَآ اَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ شَيْءٍۗ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَاِلَيْكَ اَنَبْنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami mengingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja,” kecuali perkataan Ibrahim kepada ayahnya, ”Sungguh, aku akan memohonkan ampunan bagimu, namun aku sama sekali tidak dapat menolak (siksaan) Allah terhadapmu.” (Ibrahim berkata), “Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkau kami bertawakal dan hanya kepada Engkau kami bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali

Surat Al-Mumtahanah 4

Beliau adalah Sosok yang selalu taat kepada Allah ta’ala, senantiasa menjalankan perintah-perintah Allah, senantiasa taat meninggalkan segala yang Allah larang, dan selalu istiqamah di atas jalan ketaatan kepada Allah. Beliau fokuskan hidupnya untuk beribadah kepada Allah ta’ala.

Para ulama menyebutkan “Ibrahim telah mengorbankan dirinya untuk Allah ta’ala, mengorbankan dirinya untuk dibakar oleh api”. Beliau korbankan anaknya untuk disembelih, dan beliau korbankan harta untuk menjamu tamu yang tidak lain adalah para malaikat yang diutus untuk menghancurkan kaum nabi Luth. Beliau senantiasa gunakan segala apa yang beliau miliki untuk Allah, untuk berdakwah di jalan Allah, dan untuk menegakkan syariat Allah (meliputi jiwa, harta dan keluarganya).

Beliau adalah seorang yang hanif yang condong terhadap tauhid, menyeru kepada kebenaran, menuju hidayah, dan bukanlah orang yang menyekutukan Allah. Beliau termasuk orang yang membawakan agama yang hanif. Keseharian hidupnya hanya habis untuk berdakwah tauhid di tengah-tengah manusia. Bukan hanya dengan hujjah, nasehat, peringatan tapi beliau menegakkan tauhid juga dengan menggunakan tangan untuk menghancurkan berhala. Selain itu beliau tidak menutup diri untuk berdialog dengan orang kafir pada zaman itu.

Beliau adalah seorang yang senantiasa selalu mensyukuri nikmat Allah.

Maka jika kita ingin mendapatkan jalan hidayah yang hanif, ini teladan sifat – sifat yang telah Allah berikan kepada nabi Ibrahim.

Beliau adalah nenek moyang manusia yang ke 3. Beliau juga disebut dengan bapaknya para nabi karena dari beliaulah terlahir 2 nabi, yakni nabi Ismail dan nabi Ishaq. Dari kedua nabi tersebut Allah lahirkan 2 bangsa terbesar, yakni bangsa arab dan bani Israil. Dari kedua bangsa tersebut Allah lahirkan para nabi dan utusan-Nya. Seluruh kenabian dan seluruh kitab diturunkan kepada mereka, setelah nabi Adam (jelas seluruh keturunan manusia dari beliau) dan nabi Nuh (yang menyelamatkan umat manusia dari banjir besar dengan ijin Allah).

Beliau adalah sosok seorang yang pertama kali menjamu tamu dengan baik dan sebagai contoh bagaimana kita menjamu tamu dengan baik.

Beliau adalah orang yang pertama kali dikhitan.

Beliau adalah seseorang yang paling mirip dengan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم (tidak ada seorang Nabi pun yang paling mirip dengan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم kecuali beliau Nabi Ibrahim عليه الصلاة والسلام)

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda

“Aku pun bertemu Ibrahim –shalawatullah ‘alaih– dan aku adalah keturunan Ibrahim yang paling mirip dengannya.

Dalam riwayat lain disebutkan

Lihatlah sahabat kalian ini. (yakni, mirip dengan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم Sendiri)

Kedekatan mereka berdua sangatlah dekat. Sampai-sampai beliau akan memberikan sebuah doa perlindungan kepada kedua cucu beliau yaitu Hasan dan Husein, beliau Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم mencontoh doa nabi Ibrahim عليه الصلاة والسلام kepada kedua putranya Ismail dan Ishaq.

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم memohonkan perlindungan untuk Hasan dan Husain, (beliau membaca)

أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّة

Aku memohon perlindungan dengan kalimat Allah yang sempurna untuk kalian berdua, dari gangguan setan dan binatang berbisa, dan dari pandangan mata (ain) yang membuat sakit.

HR. Bukhari 3371 & Abu Daud 4737

Dan juga melihat kedekatan mereka berdua dalam mengajarkan sebuah doa yang setiap pagi dan petang kita baca yaitu

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ، وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Di waktu pagi kami berada di atas fitrah Islam (fitrah ketika manusia terlahir di dunia), dan di atas kalimat ikhlas, dan di atas agama Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan di atas agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.

HR. Ahmad

Selain itu, dalam hadits yang lain

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّهُ كَانَ يَقُوْلُ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا مِنْ مَوْلُوْدٍ اِلاَّ يُوْلَدُ عَلَى اْلفِطْرَةِ فَاَبَوَاهُ يُهَوّدَانِهِ وَ يُنَصّرَانِهِ وَ يُمَجّسَانِهِ، كَمَا تُنْتَجُ اْلبَهِيْمَةُ بَهِيْمَةً جَمْعَاءَ، هَلْ تُحِسُّوْنَ مِنْ جَدْعَاءَ؟ ثُمَّ يَقُوْلُ اَبُوْ هُرَيْرَةَ: وَ اقْرَءُوْا اِنْ شِئْتُمْ: فِطْرَتَ اللهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا، لاَ تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللهِ.

Dari Abu Hurairah, bahwasanya dia berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Tidaklah seorang anak yang dilahirkan melainkan terlahir atas fithrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi, sebagaimana binatang ternak dilahirkan (oleh induknya) dalam keadaan sempurna. Apakah kalian mengetahui ada yang telinganya terpotong? Kemudian Abu Hurairah berkata, “Bacalah jika kalian mau ‘…tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah.‘ (QS. Ar Ruum : 30)’

Nabi Ibrahim عليه الصلاة والسلام adalah orang yang pertama kali beruban sebagai pertanda dekatnya ajal.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda

( الأولى ) : أول من شاب إبراهيم خليل رب العالمين ، عليه وعلى نبينا الصلاة والسلام ، فقال : يا رب ما هذا ؟ فقال تعالى : هذا وقارك ، فقال إبراهيم عليه السلام : رب زدني وقارا ، فما برح حتى ابيضت لحيته الشريفة .

Orang yang pertama kali beruban adalah Ibrahim khalilnya Tuhan semesta alam- semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada beliau dan Nabi kita. Nabi Ibrahim berkata : “wahai Tuhanku, ini apa? “. Allah ta’ala berfirman : “itu adalah kewibawaanmu“. Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam berkata : “wahai Tuhanku, tambahkanlah padaku kewibawaan“. Maka tidaklah memasuki waktu pagi hingga jenggot beliau yg mulia menjadi putih.

Maka setiap kita harus pandai menghormati orang yang beruban.

Nabi Ibrahim عليه الصلاة والسلام adalah orang pertama kali diberikan pakaian. Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِنَّكُمْ مَحْشُورُونَ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا َ

Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan dalam keadaan belum disunat.

وَأَوَّلُ مَنْ يُكْسَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِبْرَاهِيمُ خليل

Dan orang pertama yang diberi pakaian pada hari kiamat adalah Nabi Ibrahim.

HR. Al-Bukhâri, no. 3349 dari Hadits Ibnu Abbâs

Nabi Ibrahim adalah satu-satunya nabi yang ajarannya diikuti oleh umat islam. Allah berfirman

ثُمَّ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ اَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ اِبْرٰهِيْمَ حَنِيْفًا ۗوَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), “Ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan dia bukanlah termasuk orang musyrik.”

Surat An-Nahl : 123

وَجَاهِدُوْا فِى اللّٰهِ حَقَّ جِهَادِهٖۗ هُوَ اجْتَبٰىكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍۗ مِلَّةَ اَبِيْكُمْ اِبْرٰهِيْمَۗ هُوَ سَمّٰىكُمُ الْمُسْلِمِيْنَ ەۙ مِنْ قَبْلُ وَفِيْ هٰذَا لِيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ شَهِيْدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِۖ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاعْتَصِمُوْا بِاللّٰهِ ۗهُوَ مَوْلٰىكُمْۚ فَنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ ࣖ

Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu, dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur’an) ini, agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah shalat; tunaikanlah zakat, dan berpegangteguhlah kepada Allah. Dialah Pelindungmu; Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Surat Al-Hajj : 78

Maka semua ajaran Nabi Ibrahim kelak akan kita realisasikan, bukan oleh yang lain yang mengaku Yahudi maupun Nasrani.

Walhamdulillahi
Khutbah Jumat DKM ALBURHAN
Ustadz Mahful Safaruddin, Lc Hafidzahulloh
1 Dzulhijjah 1440H / 2 Agustus 2019

Orang-orang yang Memperoleh Kemenangan (Bag 2)

بسم الله و الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله أما بعد

Saudaraku,

Bahagia dan derita, suka dan duka, senang dan sedih, semuanya itu adalah sunnatullah yang akan menjadi bagian dari kehidupan kita.

Ada yang menyukai kita, ada yang membenci kita. Ada yang berteman dengan kita, ada yang bermusuhan dengan kita, dan seterusnya. Itu semuanya juga pasti akan kita rasakan selama kita hidup di dunia ini.

Ada orang yang suka memuji kita, ada orang yang suka mencaci kita. Ada orang yang ikut senang jika kita diberikan kebahagiaan, tetapi ada juga orang yang dengki ketika kita diberikan kebahagiaan.

Bersabarlah selalu wahai saudaraku, dalam setiap keadaanmu.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman;

إِنَّهُ كَانَ فَرِيقٌ مِنْ عِبَادِي يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ
فَاتَّخَذْتُمُوهُمْ سِخْرِيًّا حَتَّىٰ أَنْسَوْكُمْ ذِكْرِي وَكُنْتُمْ مِنْهُمْ تَضْحَكُونَ
إِنِّي جَزَيْتُهُمُ الْيَوْمَ بِمَا صَبَرُوا أَنَّهُمْ هُمُ الْفَائِزُونَ
“Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa,
“Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, Engkau adalah pemberi rahmat yang terbaik.”
Lalu kamu jadikan mereka buah ejekan, sehingga kamu lupa mengingat Aku, dan kamu (selalu) menertawakan mereka,
sesungguhnya pada hari ini Aku memberi balasan kepada mereka, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.
[Surat Al-Mu’minun 109 – 111]

Hidup di dunia ini sejatinya hanyalah sebentar saja, yaitu hingga kita disampaikan pada ajal kita. Maka dari itu, tetaplah di atas keimanan dan kesabaran, memohon ampunan Allah Ta’ala, dan memohon rahmat-Nya.

Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang memperoleh kemenangan.

اللهم اجعلنا من المتقين و الفائزين
اللهم إنا نسألك حسن الخاتمة
و صلى الله على نبينا محمد
و الحمد لله رب العالمين

Abu Syakira Rona
28 Dzulqo’dah 1440

Orang-orang yang memperoleh kemenangan (Bag 1)

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد الله رب العالمين
و الصلاة و السلام نبينا محمد صلى الله عليه و سلم و على آله و أصحابه أجمعين أما بعد

Saudara-saudaraku,

Jika kita diberikan derajat yang tinggi di dunia, itu hanyalah sebagian dari rizki dari Allah yang memang diberikan kepada kita.

Jangan sampai dengan derajat yang tinggi itu, membuat kita lupa diri, sombong, meremehkan orang lain dan membuat kita selalu merasa lebih baik orang lain.
Wal ‘iyadzu billah.

Derajat tinggi yang sejati adalah apa yang kita akan dapatkan kelak di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.

Allah ta’ala berfirman,

الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.
[Surat At-Taubah 20]

Derajat tinggi yang sejati itu niscaya akan bisa kita peroleh hanya dengan;

  1. Keimanan
    Yaitu dengan mengimani apa-apa yang telah difirmankan oleh Allah ta’ala, kemudian dengan mengimani apa-apa yang telah Rasulullah sabdakan sesuai dengan wahyu yang diturunkan kepada beliau.
  2. Berhijrah
    Yaitu dengan selalu berupaya dan berusaha menuju kepada keadaan yang diridloi oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
  3. Berjihad
    Yaitu dengan berusaha semaksimal mungkin menggunakan jiwa dan harta, agar senantiasa dalam rangka di jalan ketaqwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Oleh sebab itu wahai saudaraku, niscaya hal-hal tersebut akan menjadikan kita termasuk hamba Allah yang memperoleh kemenangan. Kemenangan di akhirat.

Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan untuk semua urusan kaum muslimin.

اللهم اهدنا الصراط المستقيم
اللهم اجعلنا من المتقين و الفائزين
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
و الحمد لله رب العالمين

Abu Syakira Rona
27 Dzulqo’dah 1440